Posted by webmaster in China, Featured, Petualangan Butje | 0 Comments
KISAH PERJALANAN KE NEGERI PANDA – Part 2
KOTA TERLARANG
Kalo elo ke Beijing ,mengunjungi.”Forbidden city”( Kota terlarang ) adalah lagu wajib, kayak elo ke Los angeles harus visit Hollywood. Bekas istana dari Raja-raja Tiongkok ini memang megah dan besar sekali.Konon kamarnya ada 10.000 buah. Yang saya kira agak dibesar-besarin sebab palingan kalo dihitung cuman 1000 buah.
Kamu nonton ndak movienya “Last emperor “? Waktu di Irian saya sampe nonton 5 kali. Digambarkan bagaimana si Puyi ( Kaisar Tiongkok terakhir ) menjadi raja ketika masih kecil dan merasa seperti burung di sangkar emas. Dikelilingi dengan ribuan Eunuch ( orang kebiri ) dan pelayan yang melayaninya , dia hampir tidak mengenal kata “Tidak “. Sampe-sampe untuk jalan santai aja, dia dikuti seratusan orang yang bersiap-siap utk memenuhi kebutuhannya. Gua heran juga,hidup seperti itu kok tidak gemuk-gemuk ya? Kalo saya sich udah pasti kayak bola bekel. ( pendek dengan perut buncit ).
Namun tragis, pada akhir hidupnya di jaman Revolusi kebudayaan si Puyi turun tingkat menjadi tukang kebun istana. Kasihan sekali..begitu besar efek film itu ke saya, saking sedihnya sampai saya bingung tidak tahu jalan pulang.
Disebut kota terlarang (Forbidden city ), karena istana ini yang merupakan tempat tinggal kaisar yang dipercayai adalah ( The Son of Heaven ) , sehingga merupakan tempat keramat dan terlarang bagi orang kebanyakan.
Ada beberapa hal yang saya perhatikan ditempat ini,
Tidak ada pohon disepanjang pelataran kecuali di taman bunga kerajaan. Juga tidak ada WC ( kalo sekarang sudah ada ). Kali menurut mereka the Son of Heaven kayak malaikat ndak usah Be ol . Di pelataran dalam ada jam matahari yang menjadi simbol waktu, dan sebuah rumah-rumahan yang menjadi tempat utk meletakkan symbol ukuran,panjang dan berat. Terus kalo kamu perhatikan disetiap ujung atap ada patung binatang-binatang kecil yang jumlah nya berbeda-beda.Bahasa modernnya ada hotel berbintangnya..Paling tinggi berjumlah 9 buah berarti di tempat itu adalah ruangan untuk sang kaisar,semakin kecil jumlah binatang itu semakin kecil rangking mereka.
Kalo di Indo , kita mengalami jaman keemasan dibawah pemerintahan Hayam Wuruk dengan kerajaannya Majapahit ( Masih ingat ndak dgn Gajahmada dengan sumpah Palapanya? ) Nah kalo di Tiongkok jaman keemasan mereka adalah dijaman Emperor Kian Liong , yang dinastynya disebut dynasty Qing. Sebenarnya mereka bukan Han ( Suku mayoritas di Tiongkok ) tapi orang Manchu, yach ibaratnya Kraton Jogja diperintah oleh raja-raja yang berasal dari Irian . Mangkanya disetiap department mereka selalu memakai 2 orang, orang Han dan orang Manchu.
EMPEROR KANG XI
Tapi yang menjadi favorite gua nech adalah kakeknya si Kiang Liong yang disebut Emperor “Kang Xi “ Elo bisa bayangin growing up dilingkungan “ Yes Man “ semua kebutuhan kamu dipenuhi dan kamu tidak pernah kenal kata “Tidak “ Mau tidak mau elo pasti spoil ( manja ) dan arrogant. Sedikit-sedikit main pancung kepala. Mangkanya ada istilah “Dekat dengan emperor seperti dekat dengan Macan” Bisa kecipratan berkah dan power,tapi siap-siap juga kepala lo dipotong.
Tapi Kang xi ini berbeda, dia sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Bahkan ketika ada bala kelaparan dia memerintahkan untuk menggunakan cadangan treasure negara untuk membeli beras buat penduduknya. Diceritakan bagaimana para pejabat-pejabat tinggi negara yang complain sampe nangis-nangis karena mereka diminta oleh raja untuk sacrifice mendonate sebagian harta mereka untuk rakyat.
Kalo mau main tangan besi sich dia bisa aja, wong dia raja. Tapi oleh “ Kang xie” mereka diundang ke taman bunganya dan duduk dibatu ngobrol bersama-sama dengan mereka. Mereka diajak noltastalgia ketika mereka muda dan berjuang bersama-sama. “Kalo rakyat kita kelaparan, mereka akan mencuri, kriminalitas akan meningkat, negara menjadi tidak aman dan lemah , dan akan mudah diserang oleh musuh. Akibatnya kita juga yang akan kena” kata si Kang Xi. Begitu mengenanya kata-kata dari raja bijak ini,
Para pejabat tinggi sekarang sambil tersedu-sedu malah menawarkan harta mereka.
Dia juga mengenal kata mengampuni dan memaafkan musuhnya. Ketika anaknya sang putra bermahkota yang dikasihinya berkhinat untuk menggulingkan dia. Instead memenggal kepalanya dia cuma memberi hukuman penjara rumah. Sangat tidak lazim bagi emperor Tiongkok.
.Dan saya baru tahu bahwa ternyata Emperor Kang Xi ini sangat mengerti akan prinsip-prinsip ke Kristenan dan menerapkan prinsip itu di jaman pemerintahannya . Walaupun dia secara terbuka tidak pernah menyatakan dirinya adalah pengikut Kristus, karena Emperor Tiongkok dipercayai rakyat sebagai “Son of heaven”.
Namun kekristenan berkembang pesat dijamannya dia. Tercatat ada 300 gereja katolik yang dibangun pada masa itu.. Terkenal suka belajar dan menguasai musik barat terutama Piano,dia juga suka menulis puisi. Berikut ini adalah terjemahan puisi dia tentang “SALIB KRISTUS” yang mengungkapkan dalamnya pemahaman dia mengenai ke kristenan.
The Poem of the Cross
When the work was accomplished, blood formed a creek
Grace from the west was thousand feet deep.
He who lowered himself for us stepped on the midnight trip.
Before the rooster crowed twice, betrayed thrice was He.
Five hundred slashes torn every inch of his skin.
Two thieves at six feet high hanged besides him.
The sadness was greater than anything seen by anyone.
This poem is for You, the Holy one.
Kita sedang makan di restaurant kecil di sekitar Forbiden city. Ketika saya menuangkan teh untuk teman saya, dia mengungkapkan terimakasihnya dengan mengetukkan 3 jari tengahnya ke meja. Kebiasaan itu bermula dengan kegemaran kang Xi untuk menyamar sebagai orang biasa dan turun ke masyarakat untuk melihat kehidupan rakyatnya secara lansung. Suatu saat ketika mereka sedang makan ,sang Kaisar menuangkan secangkir teh untuk pengawalnya. Si pengawal kaget, kehormatan yang begitu besar seharusnya dibalas dengan berlutut dan menyembah 3 kali. Si pengawal kebingungan dan salah tingkah , mau menyembah mereka lagi nyamar, tidak menyembah rasanya tidak hormat. Untungnya si raja bijak ini mengajarkan gesture ini kepada mereka..”Kalo elo mau menghormat..padahal kita sedang menyamar caranya gini nech “ kata Kang Xie.
Ketok meja 3 kali dengan 3 jari tengah kamu. Yang tengah mewakili kepala sedangkan telunjuk dan dari manis mewakili tangan kamu. Ketuk 3 kali berarti kamu bersujud 3 kali. Sampai sekarang kebiasaan itu ditiru oleh orang kebanyakan. Jadi ingat kalo ada yang nuangin teh untuk kamu, sebagai tanda terimakasih kamu ketukkan 3 jari tengah ke meja 3 kali,oke?
loading...
Related posts:



















