Posted by webmaster in Omkesmas, Tanya Jawab Sehat | 0 Comments
Pentingnya Digestive Enzymes dalam perut kita
Pentingnya Digestive Enzymes dalam perut kita
Oleh Michael Sugiarto NC CTLC
Pernah masak barbeque ? kalau pernah coba bayangkan apa hal pertama yang kita perlu siapkan sebelum memasak ? tentunya charcoal / arang / gas bukan ? maksudnya adalah bahan bakarnya. Kunci dari memasak barbeque ini adalah apinya yang di provide oleh bahan bakar. Apinya tidak boleh terlalu besar dan tidak bisa terlalu kecil, harus pas. Kalau terlalu besar dagingnya akan cepat gosong, dan kalau terlalu kecil kita nggak jadi makan. Saya berbicara mengenai barbeque bukan karena mau bagi resep, tapi ini penting untuk mengerti konsep kerja dari digestive enzymes di perut kita.
Seperti kita tahu dari kolom omkesmas sebelumnya, bahwa fungsi pencernaan itu sangatlah penting untuk tubuh kita. Karena sistem pencernaan yang baik itu vital untuk mendukung fungsi-fungsi lain di dalam tubuh, karena pencernaan itu adalah sumber bahan bakar / energi tubuh. Bukan hanya itu, sistem pencernaan juga sangat penting fungsinya sebagai benteng imunitas tubuh kita dari bakteri dan penyakit yang masuk lewat makanan. Jadi sistem pencernaan itu multi fungsi dan harus dijaga sebaik mungkin untuk menghindari komplikasi problem fungsi tubuh yang lain.
Bicara mengenai pencernaan, kita harus bicara mengenai bagaimana cara tubuh kita mencerna makanan tersebut. Tubuh kita tidak mencerna makanan dengan charcoal / gas, tapi dengan proses kimia untuk memecah makanan yang masuk menggunakan digestive enzymes. Untuk makanan itu dapat diserap tubuh, proses pemecahan makanan ini haruslah efektif, sehingga terpecah secara sempurna dan diserap secara optimal oleh usus kecil kita.
Digestive Enzymes adalah senyawa kimia yang fungsinya mempercepat proses pemecahan makanan dalam perut. Secara natural tubuh kita dapat memproduksi sendiri digestive enzymes ini. Selain itu kita juga dapat membantu meringankan kerja tubuh dengan mengkonsumsi digestive enzymes dari makanan atau supplemen. Contoh : Papaya, Alpukat, Pisang, Oatmeal, Kecambah tauge, Yoghurt, Kiwi, Nanas, Jamur, Tomat, Almond dan lain sebagainya.
Digestive enzymes bisa dibilang sama fungsinya dengan bahan bakar barbeque, seperti api yang digunakan untuk memasak. Saya akan beri contoh typical cara makan di amerika, sebelum makan biasanya banyak orang minum soda, teh manis atau air dingin, kemudian di tambah dengan makanan yang porsinya ekstra besar, dan ditutup dengan desert yang manis manis. Wow, gaya hidup seperti ini yang membuat banyak orang mengalami gangguan pencernaan dan lebih parah lagi menjadi obese / super gemuk.
Ketika kita minum sesuatu yang dingin, minuman itu akan mengurangi efektifitas kerja digestive enzymes di perut, kemudian ditambah dengan makanan yang supersize membuat tubuh tidak mampu mencerna secara optimal, ditutup dengan desert yang tinggi kadar gulanya, yang begitu masuk sistem pencernaan tubuh akan mempertinggi tingkat insulin yang membuat efektifitas penyerapan glucose ke otot terhambat. Kalau terlalu sering terjadi maka tubuh kita akan membentuk “insulin resistance”. Ini berbahaya karena merupakan pre-cursor dari penyakit Diabetes itu sendiri.
Digestive enzymes itu banyak macamnya, tapi kita hanya akan membahas beberapa digestive enzymes yang memegang peranan terpenting dalam membantu proses pencernaan tubuh.
1. Amylase
Amylase mencernakan carbohydrate menjadi gula / glucose, yang fungsinya dipakai sebagai bahan bakar, atau energi dalam tubuh. Kalau anda kekurangan energy, kebanyakan sebabnya dari kurangnya efisiensi pencernaan, penyerapan atau metabolisme gula dalam tubuh. Penderita diabetes menjadi kurus karena gula yang ada dalam darah, tidak dapat masuk secara efisien ke dalam otot untuk di pakai sebagai energy. Akibatnya otot menjadi mal-nutrisi.
2. Protease
Enzyme ini gunanya untuk mencernakan protein menjadi asam amino, yang fungsinya sebagai bahan dasar ( building block ) daripada organ tubuh kita. Contoh : proses pengeringan darah ketika luka dan penyembuhan luka tubuh luar . ataupun dalam ( sesudah operasi ). Protease dipakai menyeluruh dalam semua proses metabolisme sel di dalam tubuh kita. Jadi tidak hanya penting untuk pencernaan dalam perut.
3. Lipase
Lipase adalah enzyme yang mencernakan lemak menjadi asam lemak. Enzyme lipase ini larut dalam air, dan diproduksi secara natural oleh pankreas untuk membantu proses pencernaan lemak dalam usus kecil. Semakin banyak lemak yang kita makan, semakin berat kerja pankreas untuk memproduksi lipase.
4. Lactase
Lactase berguna untuk mencernakan protein susu. Kebanyakan orang menjadi lactose intolerant ketika dewasa, ini juga dikarenakan kurangnya enzyme lactase ini dalam pencernaan kita. Bayi yang kurang minum ASI ( Air Susu Ibu ) juga bisa menderita lactose intolerant di masa perkembangannya nanti, karena kurangnya enzyme lactase yang diproduksi secara natural lewat ASI.
5. Cellulase
Enzyme Cellulase ini berguna untuk proses hidrolasi cellulosa. Enzyme ini diambil dari jamur Aspergillus niger dan Tricodherma longbrachiatum ( jadi ini tidak dapat diproduksi oleh tubuh kita sendiri ). Cellulase ini sering digunakan untuk membantu pencernaan, terutama untuk pertu kembung.
6. Maltase
Maltase diproduksi oleh dinding sel di dalam usus kecil, gunanya untuk membantu pencernaan disakarida ( disaccharides – salah satu bentuk gula ). Pencernaan gula itu penting untuk sumber energy tubuh.
7. Sucrase
Sucrase membantu pencernaan sucrose menjadi fructose dan glucose. Secara natural dikeluarkan oleh ujung rambut villi di usus kecil. Bagi penderita penyakit Celiac ( radang di usus kecil ) produksi level sucrase menjadi rendah.
Setelah kita lihat keseimbangan digestive enzymes ini penting untuk pencernaan, yang sudah pasti penting untuk menjaga efektifitas penyerapan energy dari makanan ke dalam tubuh. Kekurangan salah satu digestive enzymes ini dapat diibaratkan makan banyak tapi tetap kekurangan gizi, karena tidak dapat diserap oleh tubuh. Dan seperti yang saya utarakan dari kolom omkesmas yang sebelumnya, tubuh kekurangan gizi seperti negara kekurangan dana. Semua departemen tidak sanggup untuk berfungsi secara optimal karena kurang dana. Akibatnya tubuh akan lemah dan mudah terserang penyakit dari luar.
Jika ada pertanyaan silahkan hubungi media indonesia, ditujukan ke rubrik kesehatan Omkesmas.
loading...
Related posts:



















